Sabtu pagi, 27 Februari 2010, merupakan hari bersejarah bagi BTN Writer’s Communnity (BWC). Dengan mengusung Visi: “Menjadi wadah komunitas penulis terkemuka di Indonesia”, BWC
semakin mantap melangkah seiring diluncurkannya (grand launching) website KampoengPenulis.com secara resmi oleh Bapak Sunarwa, Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Learning Center Bank BTN, yang berdiri kokoh di atas Jl. Gajah Mada No.1 Jakarta Pusat, merupakan saksi bisu bahwa sejak pagi itu, KampoengPenulis.com mulai efektif dapat digunakan untuk berbagai kegitan tulis-menulis.Kampoengpenulis.com tidak hanya akan dioptimalkan sebagai media menampilkan karya-karya terbaik Anak Bangsa; Namun lebih dari semua itu, bisa dijadikan wahana bagi penulis dalam mengembangkan dan/atau mencurahkan idea, berdiskusi, sharing experiences and knowledge, serta maju bersama, bahu-membahu melahirkan penulis-penulis handal dan ternama Indonesia.
Dukungan banyak pihak -utamanya dari Manajemen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk- semakin mengukuhkan segenap laskar BWC untuk berdiri pada garda terdepan dalam upaya memfasilitasi lahirnya goresan-goresan cinta; ayat-ayat emas yang akan dan/atau (nantinya) pernah terukir di kolong langit ini.
BWC semakin optimis: “Bersama Menoreh Sejarah”, merupakan tagline yang sungguh pas dalam menggambarkan wujud tanggung jawab sosial KampoengPenulis.com kepada masyarakat luas; demi memberikan setitik sumbangsih kepada Tanah Air Tercinta ini, melalui kegiatan tulis-menulis. Oleh karena itu, Misi BWC dan/atau KampoengPenulis.com semakin tegas dan gamlang.
Kami membuka pintu lebar-lebar dalam rangka bersinergi dengan siapa saja -baik lembaga maupun individu- yang memiliki Visi dan Misi yang sama dengan BWC dan/atau KampoengPenulis.com melalui kiprah di bidang kepenulisan. Do’a dan dukungan dari segenap pihak senantiasa kami nantikan agar BWC dengan KampeengPenulis.com -dalam waktu yang tidak terlalu lama- mampu mewujudkan Visi dan Misi di atas. Ayo, BERSAMA MENOREH SEJARAH.
| < Prev | Next > |
|---|






















Sepanjang akhir pekan lalu, penduduk suatu kota kecil di wilayah tandus Australia bagian utara mengalami berkah yang jarang terjadi. Kota mereka dilanda hujan ikan.
Imajinasi jauh lebih penting dari pada pengetahuan
