
Oleh: Sri Julianti*
“There is nothing permanent except change.”
~ Heraclitus
Ketika saya disodori buku ini untuk mengulasnya, saya amat tertarik, terutama karena GCG ini banyak didengung-dengungkan, dan tempat saya bekerja juga sudah melaksanakanya cukup lama. Meskipun begitu, saya masih juga mendengar nada-nada sinis dalam pelaksanaan GCG. Yang membuat saya tertarik sekali dalam membaca buku ini, saya menjadi lebih tahu tentang cara para pemimpin perusahaan dalam meletakkan fondasi sebelum GCG di laksanakan. Saya juga jadi lebih tahu tentang undang-undang yang berkaitan dengan GCG, cara implementasi, dan cara monitoringnya. Juga soal bagaimana para direktur—yang sering disebut “the untouchable”—terikat dengan aturan dalam board manual.
Buku ini menjelaskan secara detail apa itu GCG, strategi tata pelaksanna GCG terutama smart strategy for 360 degree CGC, dan road map-nya ala Wilson dan Fajri (W-F GCG strategi road map), problem apa yang dihadapi, komunikasi, implementasi, dan monitoring dari GCG. Di dalam buku ini juga dijelaskan tahapan praimplementasi apa saja yang harus disiapkan.
Komitmen dari semua top management, segenap tingkatan, serta jenjang organisasi merupakan prasyarat utama dan pertama yang harus dipenuhi dalam praimplemtasi GCG. Juga tak kalah pentingnya soft structure dan infrastructure. Sedangkan pada tahapan implementasi diperlukan assesemnt, baik self assesment maupun menggunakan independent body dan monitoringnya.
Buku ini sangat cocok sekali untuk para pimpinan perusahaan dalam meletakkan dasar-dasar GCG, baik itu BUMN, bank, maupun perusahaan lainnya. Juga diingatkan berkali-kali oleh penulis agar GCG jangan hanya menjadi lip service saja, melainkan harus menjadi way of life dari setiap orang dalam jajaran organisasi.
Buku ini terbit pada saat yang tepat, di mana bangsa Indonesia tengah dilanda berbagai kasus korupsi di segala tingkatan, baik perusahaan swasta, BUMN, maupun perusahaan perorangan. Apalagi dengan mencuatnya kasus Bank Century dan investasi bodong lainnya. Buku ini membantu para pemimpin perusahaan untuk meletakkan kembali dasar-dasar GCG demi kepentingan karyawan, perusahaan, dan akhirnya menunjang kepentingan ekonomi nasional.
Dari awal membaca buku ini, bahasan setiap teori sangat mendetail dan jelas, lengkap dengan contoh-contoh maupun perundang-undangan yang mendukungnya. Contoh-contoh yang diambil terutama dari perusahaan BUMN dan bank. Buku ini sangat mudah dibaca oleh para profesional dan pemimpin perusahaan.
Ketika membaca buku ini saya mendapatkan nilai tambah dengan melengkapi pengetahuan saya dalam bidang finance, legal, dan terutama yang berkaitan dengan bank dan BUMN. Inilah kelebihan Wilson dan Fajri dibandingkan penulis buku sejenis lainnya. Dengan pengalaman beliau berdua sebagai konsultan, buku ini memberi pesan, bahwa dengan komitmen dan perencanaan yang matang, GCG sangat gampang dijalankan dan perusahaan akan menikmati business growth yang lebih baik.
Wilson dan Fajri juga mengingatkan kita untuk tidak mempunyai mind set yang menganggap GCG hanya lip service atau cuman menambah panjang prosedur dan SOP perusahaan, alias sia-sia saja. Karena itu, pemimpin perusahaan harus menjadi contoh dalam melaksanakna GCG, dan semua orang dalam jenjang organisasi dapat merasakan keuntungan dari pelaksanaan GCG.
Hadirnya buku ini, diharapkan oleh penulis, akan semakin meyakinan kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk melaksanaan GCG selama pemimpin dan seluruh jajaaran organisasi berkomitmen. Tetapi sayang, buku ini kurang memberikan contoh mendasar pada code of conduct, misalnya dalam peraturan memberi dan menerima hadiah. Bila seorang karyawan bertanya, ”Pak, Bu, bolehkah saya menerima hadiah Lebaran berupa sebuah sarung?” Pertanyaan-pertanyaan yang praktis dan menggelitik ini tidak dibahas di buku ini. Jadi, buku ini tidak begitu mudah dimengerti oleh awam dan para pelajar. Juga sangat disayangkan, pekerjaan editor kurang teliti dalam spelling, meskipun secara keseluruhan tidak mengurangi makna dari bahasan.
Dengan pelaksaanan GCG, tidaklah mustahil suatu saat ekonomi Indonesia dapat menyaingi negara tetangga kita, bahkan juga India dan China. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Sudahkah perusahaan Anda melaksanakan GCG? Segera laksanakan GCG dan nikmati benefit-nya.[sj]
* Sri Julianti adalah konsultan packaging yang sudah malang melintang di dunia packaging selama 25 tahun lebih. Saat ini, ia sedang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku tentang strategi dan seni kemasan. Ia dapat dihubungi melalui pos-el: ulipackaging[at]yahoo[dot]com. Pernah dimuat di andaluarbiasa.com
DATA BUKU
Judul buku: Smart Strategy for 360 Degree GCG
Penulis: Wilson Arafat dan Mohamad Fajri M.P.
Penerbit: Skyrocketing Publisher, Jakarta, 2009
ISBN : 978-979-18098-1-8
Tebal : xi + 263 hal
| < Prev | Next > |
|---|























Asal Mula Menulis...
Promises are the uniquely human way of ordering the future, making it predictable and reliable to the extent that this is humanly possible (AM)
